Minggu, 15 Februari 2026

Memoar Hasan Al-Banna: Konspirasi Pertama

 


Dalam perjalanan sebuah gerakan, ujian terberat sering kali bukan datang dari luar, melainkan dari dalam. Sejarah mencatat bahwa bahkan dalam barisan yang dibangun atas dasar iman pun, godaan ambisi pribadi tetap bisa menyelinap dengan wajah yang tampak mulia.


Dalam memoarnya, Hasan Al-Banna merekam sebuah peristiwa yang memperlihatkan bagaimana keinginan terhadap jabatan dapat dibungkus dengan alasan “demi kemaslahatan dakwah”, padahal di baliknya tersembunyi dorongan hawa nafsu.


Kisah ini bukan sekadar catatan sejarah Ikhwanul Muslimin. Ia adalah cermin yang relevan sepanjang zaman: tentang bagaimana ambisi bisa menyusup ke dalam hati seorang aktivis, tentang bagaimana bisikan pembenaran diri dapat memecah ukhuwah, dan tentang bagaimana kepemimpinan yang bijak meresponsnya tanpa memperuncing perpecahan.

Rabu, 11 Februari 2026

ILTIZAM: KOMITMEN HIDUP SEORANG KADER DAKWAH

 


Dalam perjalanan seorang muslim — terlebih bagi mereka yang memilih jalan dakwah dan kehidupan berjama’ah— istilah iltizam bukanlah kata asing. Namun, sering kali iltizam hanya dipahami sebatas “ikut kegiatan”, “aktif”, atau “patuh secara formal”. Padahal, iltizam jauh lebih dalam dari itu. Ia adalah fondasi ruhiyah, intelektual, dan amaliyah yang menentukan kualitas keberislaman dan keberjama’ahan seseorang.

Tanpa iltizam, amal akan rapuh, semangat mudah naik turun, dan perjuangan kehilangan daya tahan. Sebaliknya, dengan iltizam yang kokoh, seorang muslim mampu bertahan, bergerak, dan berkontribusi secara konsisten, meskipun dalam kondisi sulit dan penuh ujian.

 

Kamis, 05 Februari 2026

Memoar Hasan Al-Banna: Pangkat dan Harta

 

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.

Firman Allah di ayat ke-14 surat Ali Imran di atas menunjukkan ada tabiat di setiap manusia mencintai - salah satunya - harta.