![]() |
| Tsabat di jalan dakwah / sumber: PKS Bengkulu |
"Yang saya kehendaki dengan Tsabat (keteguhan) adalah setiap kita (dai) hendaknya senantiasa bekerja sebagai mujahid di jalan yang mengantarkan kepada tujuan, betapa pun jauh jangkauan dan lama waktunya, sehingga bertemu dengan Allah dalam keadaan demikian, sedangkan ia telah berhasil mendapatkan salah satu dari dua kebaikan, yaitu meraih kemenangan atau syahid di jalan-Nya." (Risalah Ta’lim – Hasan Al-Banna)
Kalimat di
atas Adalah pesan Hasan Al-Banna untuk kader-kader Ikhwanul Muslimun –
organisasi yang didirikannya di Mesir, tahun 1928 – dalam menapaki terjalnya
jalan dakwah ilallah.
Bahkan,
Tsabat ini ditempatkan di nomor tujuh dari sepuluh rukun komitmen dalam dakwah.
Berkaitan dengan sikap Tsabat ini, beliau menjadikan firman Allah SWT Sebagian
acuannya,
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak mengubah (janjinya).” (QS. al-Ahzab [33]: 23).
Tidak mudah
memang untuk memiliki sikap Tsabat ini. Begitupun cara untuk mempertahankannya, karena, banyak hal bisa
menurunkan – atau menghilangkan – sikap Tsabat ini.
Setidaknya, ada 7 cara yang harus diperhatikan seorang kader (aktivis) dakwah untuk mempertahankan dan memperkuat sikap Tsabat.
1. ad-Du’a
Ketika
Syahr bin Hawsyab bertanya kepada Ummul Mukminin, Ummu Salamah, “Wahai Ummul
Mukminin, doa apakah yang paling sering diucapkan Rasulullah saat beliau berada
di sisimu?”
Ummu Salamah menjawab, “Yang sering dibaca oleh Rasulullah Adalah ‘Yaa
muqollibal quluub tsabit qolbi ‘ala diinik (Wahai Zat Yang
Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamaMu)’.
Sabda
Rasulullah SAW, “Sesungguhnya hati anak cucu Adam lebih cepat perubahannya
dari panci yang berisi air mendidih.” (HR. Ahmad), menjadi salah satu
alasan beliau selalu mengucapkan doa di atas.
Kalau
Rasulullah SAW saja selalu berdoa, memohon kepada Allah SWT, untuk bisa Tsabat,
maka apalagi kita?
2. Tadabburul
Quraan
Sumber Tsabat
– dan juga hidayah – Adalah al-Quran. Di dalamnya banyak kisah para nabi dan
rasul serta kaumnya yang bisa menjadi pelajaran dan sumber motivasi untuk
menjaga dan mempertahankan Tsabat.
Dengan selalu
mengkaji dan mendalami makna kandungan al-Quran, kita akan diberi Tsabat oleh
Allah SWT.
وَكُلًّا نَّقُصُّ
عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِۦ فُؤَادَكَ
“Dan semua
kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang
dengannya Kami teguhkan hatimu.” (QS. Hud: 120)
3. Husnu
Shilah Billah
Selalu menjaga
hubungan baik dengan Allah SWT akan menambah dan memperkuat Tsabat. Sebagaimana
firman-Nya,
وَلَوْ أَنَّا
كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ ٱقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ أَوِ ٱخْرُجُوا۟ مِن دِيَٰرِكُم
مَّا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِّنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا۟ مَا يُوعَظُونَ
بِهِۦ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا
“Dan
sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah dirimu atau
keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya
kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan
pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih
baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka).” (QS. an-Nisa: 66)
4. Tatsbiit
min Qibali Shaalihiin
Tsabat juga
sangat dipengaruhi lingkungan, terutama dari orang-orang yang dekat dengan
kita. Sehingga, selalu berdekatan dengan orang-orang saleh, yang teruji
Tsabat-nya, adalah hal yang mutlak dilakukan.
Persaudaraan
dalam kebaikan ibarat nafas dalam perjuangan yang penuh rintangan dan tantangan.
Nabi Musa pun memohon kepada Allah SWT agar diberikan saudara dalam dakwahnya.
“Dan
jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku,
teguhkanlah kekuatanku dengan adanya dia, dan jadikanlah dia sekutu dalam
urusanku, agar kami banyak bertasbih kepada-Mu, dan banyak mengingat-Mu.”
(QS. Thoha: 29-34)
5. at-Tarbiyah
Ash-Shahihah
Tsabat adalah
hasil, dan sekaligus indicator benarnya proses tarbiyah. Proses tarbiyah yang
benar akan menghasilkan kader-kader yang memiliki Tsabat yang kuat.
Sikap mudah
goyah, mudah ragu, gampang terpengaruh, Adalah tanda-tanda kelemahan dalam
proses tarbiyah.
6. ats-Tsabat
bi Nashrillah
Surat al-Qashash
turun untuk meletakkan timbangan yang benar antara kekuatan dan nilai. Ada satu
kekuatan yang sangat berpengaruh pada alam ini, yaitu kekuatan Allah SWT. Ada satu
nilai di dalam alam ini, yang sangat besar pengaruhnya, yaitu nilai keimanan.
Surat al-Qashash
turun menegaskan dan memantapkan hakikat-hakikat yang konstan itu di setiap
zaman. Bahhwa kemenangan tak harus datang beriringan dengan jumlah dan
kekuatan. Bahwa kemenangan datang karena Allah yang menurunkannya. Dialah Yang Maha
Memenangkan hamba-Nya. Barangsiapa yang memiliki kekuatan Allah SWT, maka taka
da lagi ketakutan yang dirasakan.
Selalu yakin
dengan pertolongan Allah SWT akan mempertahankan dan menambah sikap Tsabat. Begitupun
sebaliknya.
7. al-Khauf
min Su’ul Khatimah
Hidup kita
sekarang berada dalam situasi qashru zaman al-mutaah lil ‘amal shalih (pendek
waktu tersisa untuk amal saleh).
Hidup
terasa singkat. Perasaan belum lama kita meninggalkan bulan Ramadhan, sekarang
sudah hampir bulan Ramadhan lagi. Perasaan baru kemarin kita berkumpul di acara
pekanan, besok sudah saatnya untuk berkumpul lagi.
Kematian bisa
datang kapan saja dan di mana saja. Na’udzubillah mindzalik kalau saat kita
berpaling – merasa sebentar – dari syariat Allah, dari jalan dakwah, saat itu ajal
kita tiba.
Tsabat merupakan
buah dari keimanan yang mengakar dalam hati, yang diucapkan secara lisan, dan
dibuktikan dalam langkah perjuangan.
Semoga kita
termasuk orang-orang yang disebutkan dalam firman Allah SWT,
يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱلْقَوْلِ
ٱلثَّابِتِ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ
“Allah
meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam
kehidupan di dunia dan di akhirat.” (QS. Ibrahim: 27)
<Sumber:
Majalah Relung Tarbiyah, Edisi 14 Thn.2>

Tidak ada komentar:
Posting Komentar