Kamis, 29 Januari 2026

Memoar Hasan Al-Banna: Dakwah di Kedai Kopi

 


Bagi seseorang yang berpikiran bersih dan jernih, dengan hati ikhlas serta dipenuhi spirit dakwah, apapun yang dilihatnya adalah peluang untuk berdakwah.

Saat melihat banyaknya kedai-kedai kopi di Mesir, Hasan Al-Banna tidak melihat hal lain selain itu adalah peluang dakwah.

Rabu, 14 Januari 2026

Nasihat Kyai Hasan

 



 :وَلَقَدْ كُنْتُ، وَمَا زِلْتُ أَقُوْلُ لِلْإِخْوَانِ فِيْ كُلِّ مُنَاسَبَةٍ : أَنَّكُمْ لَنْ تُغْلَبُوْا أَبَدًا مِنْ 

“Semenjak dulu, dan sampai sekarang, saya selalu katakan kepada Ikhwan, dalam setiap momentum, bahwa kalian selamanya tidak akan terkalahkan karena:

١. قِلَّةِ عَدَدِكُمْ،

٢. وَلَا مِنْ ضَعْفِ وَسَائِلِكُمْ،

٣. وَلَا مِنْ كَثْرَةِ خُصُوْمِكُمْ،

٤. وَلَا مِنْ تَآلُبِ الْأَعْدَاءِ عَلَيْكُمْ،

وَلَوْ تُجْمِعُ أَهْلُ الْأَرْضِ جَمِيْعًا، مَا اسْتَطَاعُوْا أَنْ يَنَالُوْا مِنْكُمْ إِلَّا مَا كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ.


1. Sedikitnya jumlah kalian,

2. Lemahnya sarana kalian,

3. Banyaknya musuh kalian,

4. Konspirasi para musuh kalian,

dan seandainya seluruh penghuni bumi seluruhnya bersepakat, mereka tidak akan mampu menimpakan apa pun kepada kalian kecuali yang telah ditetapkan Allah SWT

وَلَكِنَّكُمْ تُغْلَبُوْنَ أَشْنَعَ الْغَلَبِ، وَتَفْقِدُوْنَ كُلَّ مَا يَتَّصِلُ بِالنَّصْرِ، بِسَبَبٍ إِذَا:

Namun, kalian terkalahkan dengan seburuk-buruk kekalahan, dan kalian kehilangan segala yang berhubungan dengan kemenangan, disebabkan jika:

١. فَسَدَتْ قُلُوْبُكُمْ،

٢. وَلَمْ يُصْلِحِ اللهُ أَعْمَالَكُمْ،

٣. أَوْ إِذَا تَفَرَّقَتْ كَلِمَتُكُمْ، وَاخْتَلَفَتْ آرَاؤُكُمْ.  

1. Hati kalian telah rusak,

2. Allah SWT tidak lagi memperbaiki amal kalian,

3. Atau kalimat kalian telah terpecah belah, dan pandangan kalian telah saling berselisih.

 :أَمَا دُمْتُمْ

Adapun jika kalian selalu:

١. عَلَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ،

٢. مُتَّجَهٍ إِلَى اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى،

٣. آَخِذٍ فِيْ سَبِيْلِ طَاعَتِهِ،

٤. سَائِرٍ عَلَى نَهْجِ مَرْضَاتِهِ،

1. Satu hati,

2. Berorientasi kepada Allah SWT

3. Berjalan pada jalan ketaatan kepada-Nya,

4. Berjalan di atas manhaj meraih ridha-Nya

فَلَا تَهِنُوْا أَبَدًا، وَلَا تَحْزَنُوْا أَبَدًا، وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ شَاءَ اللهُ، {وَاللَّهُ  مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ} [محمد: ٣٥]

"Maka, kalian tidaklah menjadi hina selamanya, tidaklah menjadi sedih selamanya, dan kalian selalu berada pada posisi tertinggi insya Allah, dan Allah SWT akan selalu bersama kalian, “dan sama sekali Dia tidaklah akan mengurangi pahala kalian”. (Muhammad: 35)


<Sumber: Kitab Manhaj Ishlah wat-Taghyir hal. 35>


•••••


لَوِ انْتَصَرَ الْحَقُّ دَائِمًا 

لَامْتَلَأَتْ صُفُوفُ الدُّعَاةِ بِالْمُنَافِقِيْنَ

وَلَوِ انْتَصَرَ الْبَاطِلُ دَائِمًا 

لَشَكّ الدُّعَاةُ فِي الطَّرِيْقِ

وَلَكِنَّهَا سَاعَةٌ وَ سَاعَةٌ 

فَسَاعَةُ انْتِصَارِ الْبَاطِلِ فِيهَا غَرْبَلَةٌ لِلدُّعَاةِ

وَسَاعَةُ انْتِصَارِ الْحَقِّ فِيهَا يَأْتِي الْيَقِينُ


Jika kebenaran selalu menang,

maka barisan para pejuang penuh dengan orang-orang munafik.

Dan jika kebatilan selalu menang,

maka para pejuang meragukan (kebenaran) jalan.

Namun, masing-masing ada saatnya.

Ketika kebatilan menang, tersaringlah para pejuang.

Dan ketika kebenaran menang, bertambahlah keyakinan.

(Ibnul Qayyim)


•◇•◇•◇•


What hurts the tree is not the ax. What really hurts the tree is that the ax stalk is made of the tree's wood.

Yang menyakitkan pohon bukanlah kapak. Yang benar-benar menyakitkan pohon adalah bahwa tangkai kapak itu terbuat dari kayunya.

7 Cara Mempertahankan dan Memperkuat Tsabat

 

Tsabat di jalan dakwah / sumber: PKS Bengkulu


"Yang saya kehendaki dengan Tsabat (keteguhan) adalah setiap kita (dai) hendaknya senantiasa bekerja sebagai mujahid di jalan yang mengantarkan kepada tujuan, betapa pun jauh jangkauan dan lama waktunya, sehingga bertemu dengan Allah dalam keadaan demikian, sedangkan ia telah berhasil mendapatkan salah satu dari dua kebaikan, yaitu meraih kemenangan atau syahid di jalan-Nya." (Risalah Ta’lim – Hasan Al-Banna)

 

Kalimat di atas Adalah pesan Hasan Al-Banna untuk kader-kader Ikhwanul Muslimun – organisasi yang didirikannya di Mesir, tahun 1928 – dalam menapaki terjalnya jalan dakwah ilallah.

 

Sabtu, 20 Desember 2025

Kitman dan Amniyah

 


Kitman dan Amniyah: Pelajaran Strategi Keamanan dari Sirah Nabawiyah


Pengantar

Catatan ini ditulis untuk memahami konsep Kitman dan Amniyah berdasarkan buku "Kitman: Studi Tentang Amniyah Rasulullah", karya Jendral Mahmud Syaid Khattab.

Konsep Kitman dan Amniyah adalah dua pilar penting dalam disiplin ilmu keislaman, khususnya dalam konteks strategi, organisasi, dan keamanan, seperti yang ditekankan oleh Jenderal Mahmud Syaid Khattab dalam karyanya tersebut.

Selasa, 23 Juli 2024

Urgensi Rukun Bai'ah dalam Amal Siyasi

 



Pengembangan Arkanul Bai’ah dan Aplikasinya

Keberimanan terhadap Islam sebagai agama samawi yang diturunkan Allah SWT memang sudah final. Tetapi, pemahaman manusia terhadap Islam tidak dapat dikatakan sudah mencapai final sehingga berhenti pada satu titik.

Jalan-jalan untuk mencapai pemahaman Islam dalam konteks syumuliyah dan takamuliyahnya adalah jalan-jalan yang sangat panjang dan beragam. Setiap zaman dan keadaan memerlukan penyajian tersendiri dari ajaran Islam yang maha dalam maknanya ini. Firman Allah SWT,

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Orang-orang yang berjihad di jalan Kami sungguh akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.S. 29/Al-Ankabuut: 69).

Senin, 11 September 2023

4 Model Suksesi Khulafaur Rasyidin

 


Suksesi atau pergantian kepemimpinan bagi sebuah organisasi adalah sebuah keniscayaan. Baik itu organisasi kecil maupun besar. Selain untuk memperbaiki manajemen, sebuah organisasi sangat perlu melakukan suksesi untuk melakukan ‘penyegaran’ dengan seorang pemimpin yang baru. Karena masa jabatan pemimpin yang terlalu lama-bahkan diset selamanya-akan cenderung melahirkan sikap otoriter, hegemonic, arogan, dan korup.

 

Jumat, 23 Juni 2023

Kompromi Rasulullah


 

Ibnu Ishak menceritakan sebuah kisah tentang tindakan yang pernah diambil Rasulullah SAW tatkala cobaan dan situasi genting terasa semakin berat. Saat itu, menjelang perang Ahzab, bangsa Arab telah siap bersatu mengeroyok dan mengepung kaum Muslimin dari segala penjuru. Termasuk Bani Ghatafan.

Selasa, 06 Juni 2023

Menulis adalah Perbuatan Mulia

 

sumber foto: pexels-picjumbocom-210661

Percayakah Anda kalau saya katakan menulis itu perbuatan sangat mulia?

 

Baik!

Anda percaya atau tidak, saya tetap akan menjelaskan alasannya.

 

Pertama, tahukah Anda di Al-Quran, ayat yang terpanjang ayat menjelaskan tentang apa?

Jawabannya adalah tentang menulis, tepatnya perintah untuk menulis.

Senin, 29 Mei 2023

Beberapa Hal tentang Perbedaan Pendapat

 



Latar Belakang

 

Perbedaan pendapat seringkali menjadi pemicu konflik. Dari konflik sederhana, hanya memunculkan debat kusir yang tak ada ujungnya, sampai konflik berupa bentrokkan fisik. Bahkan perbedaan dalam satu organisasi kadangkala menimbulkan perpecahan, dan berakhir dengan memisahkan diri dan membentuk organisasi yang baru.

Senin, 08 Mei 2023

Urgensi Syuro

 



Latar Belakang

 

Allah Swt berfirman

 

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

 

Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”

 

Surat Asy-Syuro termasuk ayat Makiyah, artinya turun sebelum Rasulullah Saw Hijrah (Periode Makkah). Saat itu jumlah kaum Muslimin sangat sedikit dan belum memiliki kekuatan. Dakwah pun masih bersifat sirriyah (rahasia), tetapi Allah Swt sudah memerintahkan syuro untuk menyelesaikan masalah.

 

Ini menunjukkan syuro atau musyawarah sebagai suatu kewajiban dalam mencari solusi berbagai persoalan. Selain itu, Allah pun menunjukkan pentingnya syuro dengan syura sebagai salah satu nama surat dalam al-Quran al-Karim.

Senin, 09 Januari 2023

Periode Kepemimpinan Umat Islam

 



Tidak dipungkiri kondisi umat Islam saat ini menjadi umat yang tertinggal dari umat lain. Khususnya dari kualitas kemampuan berpolitik, penguasaan sains dan teknologi, pengendalian ekonomi dunia, dan lain-lain. Walaupun dari sisi kuantitas (jumlah), pemeluk agama Islam selalu bertambah dari waktu ke waktu.

 

Padahal, umat Islam pernah mengalami masa kejayaan. Pernah menguasai separuh lebih wilayah dunia. Bahkan mampu menaklukkan dua negara super power saat itu: Persia dan Romawi.

 

Lalu, kenapa sekarang kondisi umat Islam terpuruk?

Memoar Hasan Al-Banna: Dakwah di Kedai Kopi

  Bagi seseorang yang berpikiran bersih dan jernih, dengan hati ikhlas serta dipenuhi spirit dakwah, apapun yang dilihatnya adalah peluang u...