Jumat, 20 Maret 2026

Kriteria Murobbi yang Produktig

 


Di antara fenomena yang ada dikalangan aktivis da'wah saat ini adalah lemahnya aktifitas da'wah dan tarbiyah serta menurunnya produktifitas da'wah dan tarbiyah. Banyak orang yang pandai berbicara, namun sedikit yang dapat bekerja. Dari yang dapat bekerja itu, tidak semuanya yang bersungguh-sungguh, dan dari yang bersungguh-sungguhpun, tidak semuanya produktif. Sementara, da'i yang produktif dan bijaksana adalah yang dapat mendatangkan hasil yang besar, walaupun dana sedikit dan waktu terbatas. Apalagi banyak tuntutan yang bercabang, baik dari keluarga, pribadi, sosial, dan lain sebagainya.

Minggu, 15 Februari 2026

Memoar Hasan Al-Banna: Konspirasi Pertama

 


Dalam perjalanan sebuah gerakan, ujian terberat sering kali bukan datang dari luar, melainkan dari dalam. Sejarah mencatat bahwa bahkan dalam barisan yang dibangun atas dasar iman pun, godaan ambisi pribadi tetap bisa menyelinap dengan wajah yang tampak mulia.


Dalam memoarnya, Hasan Al-Banna merekam sebuah peristiwa yang memperlihatkan bagaimana keinginan terhadap jabatan dapat dibungkus dengan alasan “demi kemaslahatan dakwah”, padahal di baliknya tersembunyi dorongan hawa nafsu.


Kisah ini bukan sekadar catatan sejarah Ikhwanul Muslimin. Ia adalah cermin yang relevan sepanjang zaman: tentang bagaimana ambisi bisa menyusup ke dalam hati seorang aktivis, tentang bagaimana bisikan pembenaran diri dapat memecah ukhuwah, dan tentang bagaimana kepemimpinan yang bijak meresponsnya tanpa memperuncing perpecahan.

Rabu, 11 Februari 2026

ILTIZAM: KOMITMEN HIDUP SEORANG KADER DAKWAH

 


Dalam perjalanan seorang muslim — terlebih bagi mereka yang memilih jalan dakwah dan kehidupan berjama’ah— istilah iltizam bukanlah kata asing. Namun, sering kali iltizam hanya dipahami sebatas “ikut kegiatan”, “aktif”, atau “patuh secara formal”. Padahal, iltizam jauh lebih dalam dari itu. Ia adalah fondasi ruhiyah, intelektual, dan amaliyah yang menentukan kualitas keberislaman dan keberjama’ahan seseorang.

Tanpa iltizam, amal akan rapuh, semangat mudah naik turun, dan perjuangan kehilangan daya tahan. Sebaliknya, dengan iltizam yang kokoh, seorang muslim mampu bertahan, bergerak, dan berkontribusi secara konsisten, meskipun dalam kondisi sulit dan penuh ujian.

 

Kamis, 05 Februari 2026

Memoar Hasan Al-Banna: Pangkat dan Harta

 

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.

Firman Allah di ayat ke-14 surat Ali Imran di atas menunjukkan ada tabiat di setiap manusia mencintai - salah satunya - harta.

Kamis, 29 Januari 2026

Memoar Hasan Al-Banna: Dakwah di Kedai Kopi

 


Bagi seseorang yang berpikiran bersih dan jernih, dengan hati ikhlas serta dipenuhi spirit dakwah, apapun yang dilihatnya adalah peluang untuk berdakwah.

Saat melihat banyaknya kedai-kedai kopi di Mesir, Hasan Al-Banna tidak melihat hal lain selain itu adalah peluang dakwah.

Rabu, 14 Januari 2026

Nasihat Kyai Hasan

 



 :وَلَقَدْ كُنْتُ، وَمَا زِلْتُ أَقُوْلُ لِلْإِخْوَانِ فِيْ كُلِّ مُنَاسَبَةٍ : أَنَّكُمْ لَنْ تُغْلَبُوْا أَبَدًا مِنْ 

“Semenjak dulu, dan sampai sekarang, saya selalu katakan kepada Ikhwan, dalam setiap momentum, bahwa kalian selamanya tidak akan terkalahkan karena:

١. قِلَّةِ عَدَدِكُمْ،

٢. وَلَا مِنْ ضَعْفِ وَسَائِلِكُمْ،

٣. وَلَا مِنْ كَثْرَةِ خُصُوْمِكُمْ،

٤. وَلَا مِنْ تَآلُبِ الْأَعْدَاءِ عَلَيْكُمْ،

وَلَوْ تُجْمِعُ أَهْلُ الْأَرْضِ جَمِيْعًا، مَا اسْتَطَاعُوْا أَنْ يَنَالُوْا مِنْكُمْ إِلَّا مَا كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ.


1. Sedikitnya jumlah kalian,

2. Lemahnya sarana kalian,

3. Banyaknya musuh kalian,

4. Konspirasi para musuh kalian,

7 Cara Mempertahankan dan Memperkuat Tsabat

 

Tsabat di jalan dakwah / sumber: PKS Bengkulu


"Yang saya kehendaki dengan Tsabat (keteguhan) adalah setiap kita (dai) hendaknya senantiasa bekerja sebagai mujahid di jalan yang mengantarkan kepada tujuan, betapa pun jauh jangkauan dan lama waktunya, sehingga bertemu dengan Allah dalam keadaan demikian, sedangkan ia telah berhasil mendapatkan salah satu dari dua kebaikan, yaitu meraih kemenangan atau syahid di jalan-Nya." (Risalah Ta’lim – Hasan Al-Banna)

 

Kalimat di atas Adalah pesan Hasan Al-Banna untuk kader-kader Ikhwanul Muslimun – organisasi yang didirikannya di Mesir, tahun 1928 – dalam menapaki terjalnya jalan dakwah ilallah.

 

Sabtu, 20 Desember 2025

Kitman dan Amniyah

 


Kitman dan Amniyah: Pelajaran Strategi Keamanan dari Sirah Nabawiyah


Pengantar

Catatan ini ditulis untuk memahami konsep Kitman dan Amniyah berdasarkan buku "Kitman: Studi Tentang Amniyah Rasulullah", karya Jendral Mahmud Syaid Khattab.

Konsep Kitman dan Amniyah adalah dua pilar penting dalam disiplin ilmu keislaman, khususnya dalam konteks strategi, organisasi, dan keamanan, seperti yang ditekankan oleh Jenderal Mahmud Syaid Khattab dalam karyanya tersebut.

Selasa, 23 Juli 2024

Urgensi Rukun Bai'ah dalam Amal Siyasi

 



Pengembangan Arkanul Bai’ah dan Aplikasinya

Keberimanan terhadap Islam sebagai agama samawi yang diturunkan Allah SWT memang sudah final. Tetapi, pemahaman manusia terhadap Islam tidak dapat dikatakan sudah mencapai final sehingga berhenti pada satu titik.

Jalan-jalan untuk mencapai pemahaman Islam dalam konteks syumuliyah dan takamuliyahnya adalah jalan-jalan yang sangat panjang dan beragam. Setiap zaman dan keadaan memerlukan penyajian tersendiri dari ajaran Islam yang maha dalam maknanya ini. Firman Allah SWT,

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Orang-orang yang berjihad di jalan Kami sungguh akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.S. 29/Al-Ankabuut: 69).

Senin, 11 September 2023

4 Model Suksesi Khulafaur Rasyidin

 


Suksesi atau pergantian kepemimpinan bagi sebuah organisasi adalah sebuah keniscayaan. Baik itu organisasi kecil maupun besar. Selain untuk memperbaiki manajemen, sebuah organisasi sangat perlu melakukan suksesi untuk melakukan ‘penyegaran’ dengan seorang pemimpin yang baru. Karena masa jabatan pemimpin yang terlalu lama-bahkan diset selamanya-akan cenderung melahirkan sikap otoriter, hegemonic, arogan, dan korup.

 

Jumat, 23 Juni 2023

Kompromi Rasulullah


 

Ibnu Ishak menceritakan sebuah kisah tentang tindakan yang pernah diambil Rasulullah SAW tatkala cobaan dan situasi genting terasa semakin berat. Saat itu, menjelang perang Ahzab, bangsa Arab telah siap bersatu mengeroyok dan mengepung kaum Muslimin dari segala penjuru. Termasuk Bani Ghatafan.

Kriteria Murobbi yang Produktig

  Di antara fenomena yang ada dikalangan aktivis da'wah saat ini adalah lemahnya aktifitas da'wah dan tarbiyah serta menurunnya prod...