:وَلَقَدْ كُنْتُ، وَمَا زِلْتُ أَقُوْلُ لِلْإِخْوَانِ فِيْ كُلِّ مُنَاسَبَةٍ : أَنَّكُمْ لَنْ تُغْلَبُوْا أَبَدًا مِنْ
“Semenjak dulu, dan sampai sekarang, saya selalu katakan kepada Ikhwan, dalam setiap momentum, bahwa kalian selamanya tidak akan terkalahkan karena:
١. قِلَّةِ عَدَدِكُمْ،
٢. وَلَا مِنْ ضَعْفِ وَسَائِلِكُمْ،
٣. وَلَا مِنْ كَثْرَةِ خُصُوْمِكُمْ،
٤. وَلَا مِنْ تَآلُبِ الْأَعْدَاءِ عَلَيْكُمْ،
وَلَوْ تُجْمِعُ أَهْلُ الْأَرْضِ جَمِيْعًا، مَا اسْتَطَاعُوْا أَنْ يَنَالُوْا مِنْكُمْ إِلَّا مَا كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ.
1. Sedikitnya jumlah kalian,
2. Lemahnya sarana kalian,
3. Banyaknya musuh kalian,
4. Konspirasi para musuh kalian,
dan seandainya seluruh penghuni bumi seluruhnya bersepakat, mereka tidak akan mampu menimpakan apa pun kepada kalian kecuali yang telah ditetapkan Allah SWT
وَلَكِنَّكُمْ تُغْلَبُوْنَ أَشْنَعَ الْغَلَبِ، وَتَفْقِدُوْنَ كُلَّ مَا يَتَّصِلُ بِالنَّصْرِ، بِسَبَبٍ إِذَا:
Namun, kalian terkalahkan dengan seburuk-buruk kekalahan, dan kalian kehilangan segala yang berhubungan dengan kemenangan, disebabkan jika:
١. فَسَدَتْ قُلُوْبُكُمْ،
٢. وَلَمْ يُصْلِحِ اللهُ أَعْمَالَكُمْ،
٣. أَوْ إِذَا تَفَرَّقَتْ كَلِمَتُكُمْ، وَاخْتَلَفَتْ آرَاؤُكُمْ.
1. Hati kalian telah rusak,
2. Allah SWT tidak lagi memperbaiki amal kalian,
3. Atau kalimat kalian telah terpecah belah, dan pandangan kalian telah saling berselisih.
:أَمَا دُمْتُمْ
Adapun jika kalian selalu:
١. عَلَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ،
٢. مُتَّجَهٍ إِلَى اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى،
٣. آَخِذٍ فِيْ سَبِيْلِ طَاعَتِهِ،
٤. سَائِرٍ عَلَى نَهْجِ مَرْضَاتِهِ،
1. Satu hati,
2. Berorientasi kepada Allah SWT
3. Berjalan pada jalan ketaatan kepada-Nya,
4. Berjalan di atas manhaj meraih ridha-Nya
فَلَا تَهِنُوْا أَبَدًا، وَلَا تَحْزَنُوْا أَبَدًا، وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ شَاءَ اللهُ، {وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ} [محمد: ٣٥]
"Maka, kalian tidaklah menjadi hina selamanya, tidaklah menjadi sedih selamanya, dan kalian selalu berada pada posisi tertinggi insya Allah, dan Allah SWT akan selalu bersama kalian, “dan sama sekali Dia tidaklah akan mengurangi pahala kalian”. (Muhammad: 35)
<Sumber: Kitab Manhaj Ishlah wat-Taghyir hal. 35>
•••••
لَوِ انْتَصَرَ الْحَقُّ دَائِمًا
لَامْتَلَأَتْ صُفُوفُ الدُّعَاةِ بِالْمُنَافِقِيْنَ
وَلَوِ انْتَصَرَ الْبَاطِلُ دَائِمًا
لَشَكّ الدُّعَاةُ فِي الطَّرِيْقِ
وَلَكِنَّهَا سَاعَةٌ وَ سَاعَةٌ
فَسَاعَةُ انْتِصَارِ الْبَاطِلِ فِيهَا غَرْبَلَةٌ لِلدُّعَاةِ
وَسَاعَةُ انْتِصَارِ الْحَقِّ فِيهَا يَأْتِي الْيَقِينُ
Jika kebenaran selalu menang,
maka barisan para pejuang penuh dengan orang-orang munafik.
Dan jika kebatilan selalu menang,
maka para pejuang meragukan (kebenaran) jalan.
Namun, masing-masing ada saatnya.
Ketika kebatilan menang, tersaringlah para pejuang.
Dan ketika kebenaran menang, bertambahlah keyakinan.
(Ibnul Qayyim)
•◇•◇•◇•
What hurts the tree is not the ax. What really hurts the tree is that the ax stalk is made of the tree's wood.
Yang menyakitkan pohon bukanlah kapak. Yang benar-benar menyakitkan pohon adalah bahwa tangkai kapak itu terbuat dari kayunya.